Messi ke Man City, Mungkinkah? Tapi Sang Ayah Konon  Sudah Berada di Manchester untuk Negosiasi

Lionel Messi./getty images/via 90min

BOLAyes.news.blog – Berita tentang transfer pemain top dunia makin seru, salah satunya Lionel Messi. Tak lama setelah sang pemain menyatakan keinginannya untuk hengkang dari Barcelona, kini Manchester City jadi yang terdepan untuk merekrutnya. Bahkan, ayah Messi, Jorge dikabarkan sudah di kota Manchester untuk lakukan negosiasi dengan Man City.

Sebelumnya, Manchester City asuhan Pep Guardiola diklaim mengajukan penawaran jangka panjang kepada pemain berpaspor Argentina itu dan diproyeksikan untuk membantu The Citizens dalam menjuarai Liga Champions.

Tak lama dari rumor itu mencuat, Daily Mail melaporkan bahwaa Jorge Messi selaku ayah dan agen dari La Pulga, dikabarkan sudah terbang ke kota Manchester.

Tindakan yang dilakukan sang Ayah adalah untuk melakukan negosiasi dengan The Citizens dan diklaim telah berdiskusi bersama pihak klub akan mencoba mengontrak Messi selama dua tahun.

Namun begitu, sampai saat ini belum diketahui apakah Man City akan mengeluarkan uang untuk bisa membawa pemain berusia 33 tahun ke Etihad Stadium.

Messi bisa mengaktifkan klausulnya secara sepihak yang membuat klub peminat bisa memboyongnya secara cuma-cuma alias gratis di jendela transfer musim panas 2020 ini.

Kendati demikian, Barca bersikeras bahwa klausul Messi berakhir di bulan Juni 2020 yang membuat La Pulga atau Man City, harus bersedia membayar klausul rilisnya senilai 630 juta pound. (@fen/90min) **

Robert Beri Penjelasan Kondisi Cedera Febri dan Castillion

Pemain Persib./simamaung.com/ist.

BOLAyes.news.blog – Dua pemain tidak disertakan Robert Rene Alberts di sesi small sided game yang dilakukan Persib pada latihan Selasa (25/8).

Febri Hariyadi dan Geoffrey Castillion tidak dalam kondisi yang fit untuk mengikuti permainan. Sang pelatih pun menjelaskan kondisi dari kedua pemainnya tersebut.

Ia menyebut bahwa Castillion mengalami cedera ringan di bagian engkel ketika memainkan game internal akhir pekan lalu. Satu pemain lainnya, Febri Hariyadi disebut Robert mengalami ‘over training’ setelah sebelumnya sempat berlatih keras di training center tim nasional Indonesia asuhan Shin Tae-Young.

“Geoffrey mengalami masalah di engkelnya karena terkilir jadi dia masih harus menjalani pemulihan. Febri sebelumnya sudah banyak berlatih dengan tim nasional dan dia terlihat mengalami latihan berlebih hingga mengalami cedera,” kata Robert kepada awak media saat diwawancara di Stadion GBLA, Selasa (25/8), seperti dilansir simamaung.com.

Sejak awal, Febri dikatakan Robert memang sudah datang ke sesi latihan dengan kondisi yang kurang baik. Dia merasakan nyeri di punggung bagian bawah dan Robert tidak ingin mengambil resiko cedera Febri semakin menjadi-jadi. Maka dari itu dia diberi waktu untuk beristirahat agar kembali fit ketika kembali berlatih.

“Febri tadi datang ke sini dengan perasaan yang kurang nyaman jadi kami memberi waktu baginya beristirahat. Dia ada masalah di punggung bagian bawah dan sudah bisa berlatih Kamis nanti,” terang pelatih berkebangsaan Belanda tersebut melanjutkan.

Selain itu, ada satu pemain Persib lain yang harus menerima perawatan. Beckham Putra Nugraha harus dirawat di rumah sakit ketika berlatih bersama tim nasional U-19. Robert mengatakan, pemain muda Persib itu juga mengalami kelelahan dan pihaknya akan memantau perkembangan kondisinya.

“Beckham juga dirawat di rumah sakit hari ini karena berlatih tiga kali sehari, jadi kami juga harus memeriksa kondisi dari Beckham,” tutup pelatih yang pernah menangani timnas U-16 Malaysia tersebut. (@fen) **

Dihadiri Cristiano Ronaldo, Pirlo Pimpin Latihan Perdana Bersama Juventus

Pelatih Juventus, Andrea Pirlo dan Cristiano Ronaldo./instagram.com/juventus

BOLAyes.news.blog – Andrea Pirlo untuk kali pertama memimpin latihan Juventus. Bianconeri menggelar latihan perdana menyambut musim 2020/21.

Pirlo ditunjuk sebagai pelatih Juve menggantikan posisi Maurizio Sarri. Hal ini cukup mengejutkan karena 10 hari sebelumnya dia baru saja diperkenalkan sebagai pelatih Juve U-23.

Berdasarkan foto di media sosial Juve, Pirlo dan para pemain hadir di markas latihan di Contiassa, Turin, Senin 24 Agustus 2020 waktu setempat. Megabintang Cristiano Ronaldo hadir dalam latihan tersebut.
Matthijs de Ligt dan Paulo Dybala absen. Mereka masih menjalani proses pemulihan cedera.

Dalam latihan kali ini, Pirlo didampingi oleh sejumlah staf termasuk asisten pelatih, Igor Tudor. Skuad berlatih dalam kelompok kecil sesuai dengan protokol medis. Fokus utama pada latihan atletik.

“Halo semuanya. Hari pertama berlangsung baik. Kami bersiap untuk awal yang bagus. Jadi, kami harap semuanya bisa menjadi lebih baik,” kata Pirlo. (@fen/viva.co.id) **

WAWANCANDA Imajiner dengan Neymar Sehabis PSG Kawon ku Bayern di Liga Champions

BOLAyes.news.blog – Bayern Munchen keluar sebagai jawara atau kampiun Liga Champions musim 2019/2020 setelah di partai pucuk, Senin (24/8) janari waktu Bandung menundukkan PSG 1-0.

Nah di PSG situlah, tokoh kita Kang Neymar main, alias dia bagian dari kepedihan PSG.

Bukti bahwa dia sedih, usai main dia langsung duduk dengan wajah muram, sementara matanya sembap, bukti bahwa si akang lagi menangis.

Saat itulah wartawan BOLAyes mendekatinya. Emang kami sudah nyobat sejak masih unyu-unyu.

“Anda sedih karena tim Anda kalah?” tanya BOLAyes, sambil menyodorkan tisu, namun ditolaknya dia malah minta ududeun.

“Ya,” ujarnya pendek, namun tiba-tiba ia mendongak.

“Sok rek naon deui?” ujarnya dalam bahasa Brasil (Braga-Siliwangi), Neymar memang asli orang Brasil.

“Kenapa tim yang justru dibela Anda dan semua orang tahu kalau Anda pemain sepakbola jagoan, tapi bisa kalah?

“Kenapa PSG bisa kalah sama Bayern? Masalahnya karena memang PSG tidak menang. Titik. Sok rek nanya naon deui sia?” ujar si Akang dengan tetap dangah dengan godegnya yang brewos membuat wartawan rada kokompodan.

“Tentang Kingsley Coman?” tanya BOLAyes tentang pencetak gol satu-satunya ke gawang PSG

“Dia jelema seperti kita,” ujar Kang Ney pendek, sepertinya ia tak mau bilang kalau kepala Kingsley lebih yahud daripada kepalanya yang biasanya tajam menghujam kiper.

“Tentang Manuel Neuer (kiper Bayern Munchen, red.)?”

“Tak tahu diri.”

“Maksud Kang Ney?”

“Ya tahu dirilah, wong aing cape-cape ngagiring bola ti handap ari geus deukeut gul dihalangan ku cokor si Manuel, jadinya tim aing keok!” ujar Kang Ney, lalu lagi-lagi ngagukguk ceurik bangun sangat kanyenyerian. (*)

Manuel Neuer Buktikan Diri Sebagai Kiper Terbaik Dunia

Manuel Neuer buktikan diri sebagai kiper terbaik dunia./via football5star.com/ist.

BOLAyes.news.blog – Kingsley Coman memang jadi penentu kemenangan Bayern Munich atas Paris Saint-Germain pada final Liga Champions, Senin (24/8) dini hari WIB. Namun, andai tak ada Manuel Neuer, Die Roten mungkin gagal menuntaskan misinya.

Pada laga final yang berlangsung di Stadion Da Luz, Manuel Neuer jadi hero bagi Bayern Munich. Dia menunjukkan sosok sebagai kiper berkelas dunia. Neymar dan Kylian Mbappe dibuat frustrasi oleh penyelamatan yang dilakukan kapten Bayern tersebut. Demikian pula Marquinhos yang coba membobol gawangnya.

Peran besar Neuer tak luput dari perhatian pelatih Hansi Flick. Seperti saat semifinal melawan Olympique Lyon, dia kembali mengucap syukur Bayern memiliki Neuer di bawah mistar gawang.

“Iini pertandingan dengan tempo dan oktan tinggi. Kedua tim sama-sama memiliki peluang mencetak gol. Kami memiliki kiper terbaik dunia dalam diri Manuel Neuer dan dia membuat kami selamat dalam beberapa kesempatan tertentu,” ujar Flick mengutip Football5Star.com dari Laman resmi UEFA.

Thomas Mueller mengamini ucapan sang pelatih. “Kurasa kami pantas juara dengan sedikit keberuntungan dan Manuel Neuer Neuer di gawang,” kata pemain yang menemukan kembali sentuhan terbaiknya di bawah asuhan Flick tersebut.

Disanjung Oliver Kahn

Bukan hanya Flick dan Mueller yang memberikan pujian kepada Manuel Neuer. Oliver Kahn, eks kiper dan kapten yang kini jadi salah satu petinggi Bayern, juga menyanjung eks kiper FC Schalke 04 tersebut. Dia tak ragu menyebut Neuer sebagai kiper terbaik Jerman sepanjang masa.

“Manu membuat dua penyelamatan sangat penting. Saya kemarin katakan bahwa meskipun tak sering sibuk sepanjang laga, dia selalu ada pada momen-momen kunci. Itulah pertanda seorang kiper hebat,” urai Kahn memuji Neuer kepada Sky.

Lebih lanjut, kiper yang membawa Bayern Munich juara Liga Champions 2000-01 itu mengatakan, “Jika Anda lihat semua yang telah diraihnya, Piala Dunia, dan sekarang dua kali juara Liga Champions, dan kontribusinya pada kemenangan-kemenangan itu, kita bisa katakan dia kiper terbaik yang pernah dimiliki Jerman.”

Secara pribadi, Manuel Neuer mengakui tampil bagus pada final Liga Champions melawan PSG. Namun, dia tak mau menepuk dada. “Ya, aku menjalani laga bagus, tapi aku tak boleh mengatakannya,” ucap dia kepada Sport1. (@fen) **

Kingsley Coman: Pemain Buangan PSG, Pahlawan Bayern Munchen

Bayern Munchen menang berkat gol tunggal Kingsley Coman./ap/miguel a. lopes.

BOLAyes.news.blog – Kingsley Coman mencetak gol penentu kemenangan Bayern Munchen dalam laga lawan Paris Saint Germain di final Liga Champions. Coman sendiri adalah pemain buangan PSG.

Coman lahir di Paris dan sudah berada di tim junior PSG sejak berusia delapan tahun. Coman terus berjuang hingga akhirnya ia bisa membela tim utama PSG di usia 17 tahun. Namun Coman tak banyak mendapatkan tempat untuk berkembang.

Coman lalu memutuskan bertualang ke Juventus di Liga Italia. Setelah dua musim di Bianconeri, Coman dipinjamkan ke Munchen lantaran ia juga hanya sering jadi pelapis di Juventus.

Di Munchen, Coman lebih banyak mendapatkan kepercayaan. Meski tak selalu jadi pilihan utama, menit bermain Coman di ‘FC Hollywood’ jauh lebih banyak dibandingkan saat di PSG dan Juventus.

Keputusan Hans-Dieter Flick untuk menurunkan Coman di laga final akhirnya berbuah manis. Meski pergerakannya tidak banyak terlihat di babak pertama, Flick tetap mempertahankan Coman di awal babak kedua.

Pertimbangan Flick menunjukkan hasil positif di menit ke-59. Coman muncul di tiang jauh untuk melepaskan sundulan yang menaklukkan Keylor Navas yang sejatinya juga tampil ciamik di laga final kali ini.

Kemenangan Bayern Munchen di laga final Liga Champions ini membuat Coman makin kaya gelar di usianya yang masih 24 tahun.

Di usia yang belia, ia sudah merasakan gelar liga di Prancis, Italia, dan Jerman dengan total sembilan gelar liga. Coman juga pernah memenangkan piala liga di tiga negara tersebut.

Bagi Coman, gelar Liga Champions musim ini merupakan gelar perdana di tataran Eropa. Hal itu terasa manis karena ia memastikan kemenangan lewat gol tunggal ke gawang klub yang pernah membesarkannya. (@fen/cnn indonesia/ap) **

Bayern Munchen Jawara Liga Champions: Bungkam PSG 1-0

Kingsley Coman mencetak gol kemenangan Bayern Munchen./ap/miguel a. lopes.

BOLAyes.news.blog – Bayern Munchen menang tipis atas Paris Saint-Germain (PSG) dalam final Liga Champions di Stadion Da Luz, Lisbon, Portugal, Senin (24/8) dini hari waktu Indonesia.

PSG dan Bayern menampilkan laga yang sengit bertabur peluang sejak babak pertama. PSG yang sempat ditekan pada 10 menit awal justru mendapat peluang emas lebih dulu melalui Neymar pada menit ke-18 yang masih mampu dihalau Manuel Neuer dengan kaki.

Pada menit ke-22, Bayern mendapat peluang emas. Tembakan Robert Lewandowski sambil memutar badan tak dapat dijangkau Keylor Navas, tetapi masih mengenai tiang gawang.

Dua menit berselang, kerja sama Neymar, Ander Herrera, dan Di Maria yang diakhiri tembakan ke gawang oleh gelandang Argentina itu hanya menghasilkan tendangan gawang.

Bayern kembali memiliki peluang emas kedua dari Lewandowski pada menit ke-32. Sundulan dari jarak dekat masih bisa diantisipasi Navas.

Pada menit akhir waktu normal giliran Mbappe yang menyia-nyiakan peluang. Mendapat bola di depan gawang, penyerang Perancis itu melepas tembakan yang lemah dan tak menyulitkan Neuer.

Babak kedua dimulai kedua kesebelasan kembali saling tekan. Bayern masih dominan dalam penguasaan bola, sementara PSG mencoba tampil efektif.

Laga mendadak panas pada menit ke-51 karena insiden antara Serge Gnabry dan Neymar yang menyebabkan bintang PSG jatuh. Leandro Paredes yang tak terima dengan perlakuan Gnabry pada Neymar menarik kaus gelandang asal Jerman itu. Gnabry dan Paredes mendapat kartu kuning.

Menit ke-59 Bayern mencetak gol. Sebuah serangan yang dibangun tanpa buru-buru berakhir dengan sundulan Kingsley Coman ke gawang PSG. Kendati dikawal Thilo Kehrer, Coman mampu menuntaskan umpan Joshua Kimmich dengan baik.

Setelah unggul 1-0, Bayern seperti menemukan celah di lini belakang PSG. Beberapa kali umpan dari sayap mengancam gawang Keylor Navas. Beruntung Les Parisiens memiliki Presnel Kimpembe dan Thiago Silva sebagai bek tengah yang sigap menghalau bola-bola berbahaya.

PSG mencoba merespons dengan memasukkan Marco Verratti dan menarik keluar Paredes. Tidak ada perubahan instan, Bayern masih menguasai bola, tetapi PSG sempat melepas ancaman melalui umpan Di Maria yang gagal dituntaskan Mbappe.

Keunggulan 1-0 tak membuat Bayern merasa aman. Hansi Flick kemudian memasukkan Ivan Perisic dan Philippe Coutinho untuk menggantikan Coman dan Gnabry pada menit 68.

Menit ke-69 umpan Di Maria kembali gagal menjadi assist karena tembakan Marquinhos masih mampu diblok Neuer. Sementara aksi individu Mbappe pada menit ke-72 masih mampu dihentikan pemain-pemain belakang PSG.

Di tengah upaya PSG mengejar ketertinggalan, Lewandowski muncul mengancam gawang juara Ligue 1 itu lewat tendangan yang masih melebar pada menit ke-82. Semenit berselang, tendangan bebas Coutinho pun masih menyamping dari gawang PSG

Upaya PSG tak kenal henti. Memasuki waktu tambahan peluang Neymar di dalam kotak penalti masih melenceng dari gawang.

Skor 1-0 untuk Bayern bertahan hingga wasit Daniele Orsato meniup peluit panjang.

Susunan pemain inti PSG:
Navas; Kehrer, Silva, Kimpembe, Bernat; Marquinhos, Paredes, Herrera; Neymar, Mbappe, Di Maria

Susunan pemain inti Bayern Munchen:
Neuer; Kimmich, Boateng, Alaba, Davies; Goretzka, Thiago; Coman, Muller, Gnabry; Lewandowski. (@fen/cnn indonesia) **

“Jagoin” PSG atau Bayern? Inilah Fakta Menarik Kedua Tim Finalis Puncak Liga Champions Dini Hari Nanti

Ada delapan kali pertemuan PSG dan Bayern sebelumnya di kompetisi Eropa, dan itu terjadi seluruhnya di penyisihan grup Liga Champions./ilustrasi/uefa

BOLAyes.news.blog – Dua raksasa sepak bola Eropa, Paris Saint-Germain (PSG) berjumpa Bayern Muenchen pada partai puncak Liga Champions 2019/2020 di Estadio da Luz, Lisabon, Portugal, Minggu (23/8/2020) malam waktu lokal atau Senin (24/8/2020) dini hari WIB. Ada sejumlah fakta menarik terkait pertemuan kedua tim tersebut.

Bayern yang ditangani Hansi Flick, telah memenangkan semua sepuluh pertandingan Liga Champions musim ini, menyamai rekor pribadi mereka (musim 2012/2013-2013/2014) dan Real Madrid (musim 2013/2014-2014/2015) untuk kemenangan beruntun di era Liga Champions.

Namun, PSG juga punya catatan mentereng dengan mencetak gol di masing-masing dari 34 pertandingan terakhir mereka di Liga Champions, menyamai rekor yang dibuat Real Madrid antara tahun 2011 dan 2014.

Berikut fakta dan statistik pertandingan jelang laga PSG vs Bayern, Minggu malam waktu lokal

* Bayern akan tampil di final Piala Eropa/Liga Champions ke-11 mereka, menyamai raihan AC Milan (terbanyak kedua) dan Real Madrid terbanyak merasakan final dengan 16 kali dan memenangkan 13.

* Striker Bayern Robert Lewandowski telah mencetak 15 gol di Liga Champions musim ini, hanya dua di bawah rekor yang dibuat Cristiano Ronaldo untuk torehan terbanyak dalam satu musim yakni di 2013/2014. Penyerang asal Polandia itu juga mencetak gol dalam sembilan pertandingan Liga Champions berturut-turut, dua di belakang rekor Ronaldo 11.

* Bayern telah membukukan rekor tertinggi baru untuk gol yang dicetak dalam satu kampanye Liga Champions sejak format babak penyisihan grup kedua digantikan babak 16 Besar, dengan mencatatkan rekor rasio 4,2 gol per pertandingan.

* Ada delapan kali pertemuan PSG dan Bayern sebelumnya di kompetisi Eropa, dan itu terjadi seluruhnya di penyisihan grup Liga Champions.

* Dari delapan pertemuan tersebut, PSG mencatat kemenangan lebih banyak, yakni lima kali dan tiga kalah dengan mencetak 12 gol dan kebobolan 11. Sedangkan Bayern kalah lima kali dengan tiga kali menang, menetak 11 gol dan kebobolam 12.

*PSG merupakan klub ke-41 yang tampil di final Piala Eropa/LigaChampions; mereka akan menjadi yang ke-23 jika memenangkannya.

* Bayern ingin bergabung dengan Liverpool dalam enam kemenangan Piala Eropa/Liga Champions dan menjadi klub tersukses ketiga dalam sejarah kompetisi setelah Real Madrid (13 gelar) dan AC Milan (7). Rekor Bayern di final Piala Eropa adalah menang 5, kalah 5:

* Ada lebih dari 2,5 gol yang dicetak dalam 28 dari 33 pertandingan terakhir PSG di Liga Champions. Sementara Bayern telah mencetak setidaknya 3 gol dalam 6 pertandingan terakhir mereka di Liga Champions.

* Bayern telah memenangkan 10 pertandingan terakhir mereka di Liga Champions. Sedangkan PSG telah memenangkan 8 dari 10 pertandingan terakhir mereka di Liga Champions. (@fen/sindo) **

Murni Berdarah Indonesia, Pemain yang Dibutuhkan Shin Tae-yong dari Luar Negeri

Ilustrasi./football5star.com/ist.

BOLAyes.news.blog – Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Shin Tae-yong, tak menampik masih mencari beberapa pemain keturunan Indonesia untuk Piala Dunia U-20/2021. Beberapa posisi menurutnya bisa saja diisi oleh pemain tersebut.

Beberapa pemain keturunan Indonesia memang sempat dicoba oleh Shin Tae-yong. Mulai Jack Brown hingga Elkan Baggott. Elkan sudah pulang ke Inggris karena dibutuhkan klubnya, Ipswich Town. Sementara Jack kembali dijajal oleh sang pelatih dan kini masih mengikuti TC di Jakarta.

Shin Tae-yong sendiri menyebut kalau mungkin akan mencoba kembali beberapa pemain keturunan Indonesia yang kini berkarier di luar negeri. Tapi syaratnya satu, dia hanya ingin pemain yang memiliki darah Indonesia.

“Ya, saya mau mencari pemain berdarah Indonesia di luar negeri agar bisa upgrade lagi satu tingkat,” ungkap Shin Tae-yong kepada wartawan usai memimpin Timnas U-19 Indonesia berlatih, seperti dilansir Football5Star.com.

Pelatih asal Korsel itu menyebut bahwa pemain keturunan Indonesia itu dibutuhkan nyaris di semua sektor. Dia hanya ingin melihat perbandingan saja antara kualitas pemain keturunan dengan yang saat ini sedang diasuhnya. Tanpa bermaksud untuk memandang sebelah mata para pemain Indonesia yang sudah dilatihnya beberapa pekan terakhir.

“Setiap posisi pastinya ada. Striker ada. Gelandang dan bek juga. Jadi pemain-pemain sekarang ini berpotensi besar sambil kami melakukan TC di luar negeri, kami harus lihat lagi,” pungkas Tae-yong. (@fen) **

Sevilla Juara Liga Europa, Tekuk Inter Milan di Partai Final

Sevilla keluar sebagai juara Liga Europa setelah mengalahkan Inter Milan./ap/lars baron.

BOLAyes.news.blog – Sevilla keluar sebagai juara Liga Europa 2020 setelah mengalahkan Inter Milan 3-2 di Stadion Rhein Energie, Koeln, Jerman, Sabtu (22/8) dini hari waktu Indonesia.

Inter memulai pertandingan ini dengan baik. Skuad asuhan Antonio Conte mampu unggul 1-0 atas Sevilla saat laga baru berjalan lima menit.

Inter membuka keunggulan setelah Romelu Lukaku dilanggar bek Sevilla, Diego Carlos di kotak penalti. Lukaku yang menjadi eksekutor menunaikan tugasnya dengan baik untuk menggetarkan gawang Yassine Bounou.

Sevilla yang kebobolan gol cepat coba merespons. Upaya “Los Nervionenses” berbuah hasil setelah umpan silang Jesus Navas dikonversi jadi gol lewat sundulan Luuk de Jong pada menit ke-12.

Pada pertengahan babak pertama, Sevilla berbalik unggul 2-1. Tendangan bebas Ever Banega disundul De Jong ke tiang jauh yang tidak mampu dijangkau Handanovic.

Keunggulan Sevilla hanya bertahan satu menit. Diego Godin berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 setelah dengan cermat menyundul bola tendangan bebas Marcelo Brozovic.

Kedua tim tetap bermain agresif setelah skor imbang 2-2. Namun, tidak ada gol tambahan yang bisa diciptakan kedua tim hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Sevilla dan Inter bermain lebih hati-hati. Alhasil, tidak banyak peluang yang bisa diciptakan kedua tim.

Peluang buat Inter baru datang pada menit ke-65. Lukaku nyaris membawa tim kota mode unggul andai tembakannya setelah menerima umpan Nicolo Barella tidak digagalkan Bounou menggunakan kaki.

Pada menit ke-74, Sevilla unggul 3-2 atas Inter. Tendangan salto Diego Carlos di kotak penalti yang coba diblok Lukaku justru masuk ke gawang Inter.

Tertinggal 2-3 membuat Inter coba bermain ofensif dengan memasukkan Victor Moses, Christian Eriksen, dan Alexis Sanchez.

Pergantian itu nyaris membuahkan hasil pada menit ke-82. Alexis Sanchez mendapatkan peluang memanfaatkan kemelut di kotak penalti tetapi tembakannya masih bisa digagalkan Jules Kounde yang berdiri di garis gawang.

Setelah itu, upaya Inter untuk mencetak gol tidak berhasil. Skor 3-2 untuk kemenangan Sevilla bertahan hingga wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir.

Susunan pemain

Sevilla (4-3-3): Yassine Bounou; Jesus Navas, Jules Kounde, Diego Carlos, Sergio Reguilon; Joan Jordan, Fernando, Ever Banega; Suso, Luuk de Jong, Lucas Ocampos.

Inter Milan (3-5-2): Samir Handanovic; Diego Godin, Stefan de Vrij, Alessandro Bastoni; Danilo D’Ambrosio, Nicolo Barella, Marcelo Brozovic, Roberto Gagliardini, Ashley Young; Lautaro Martinez, Romelu Lukaku. (@fen/cnn indonesia) **

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai